Bisa kah kita mengulang waktu? 

Mengulang kembali kisah kita saat itu?

Ya, kisah dimana aku acuh tak acuh dan kamu si mulut besar, si Tukang bual. 

Apakah kamu merasa kan kebahagiaan yg aku rasakan?  Aku memang bodoh. 

Mengabaikan mu, bersikap cuek tak perduli, bersikap mau tidak mau. Memalukan sekali tingkah ku ini. 

Maaf atas ketidaktahuan ku terhadap apa yg kamu bicarakan,maaf atas keegoisan ku yg tidak bisa membiarkan mu lebih lama,  maaf atas keras kepala ku yg pergi begitu saja meninggalkan mu. 

Aku ingin tahu, apa rasa kopi mu malam ini? Apakah sama seperti kopi pada malam kemarin?  Coba ceritakan pada ku.

Kursi kayu, mesjid attahiriyah. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s