Cerita di balik Dhuha

Chapter I

Jakarta,29 Juli 2016.

Kala itu, rasanya gelisah tak menentu. Mungkin karna beberapa hari akan bertemu dengan soal TPA dan Bahasa Inggris,  atau mungkin karna perasaan ragu untuk kembali ke Kampus impian, entahlah. Kala itu gelisah membawa ku ke toilet untuk mengambil wudhu. 

Pukul 09.45 kurang lebih aku sudah di ruangan kecil yg berisi sejadah dan lemari mukena. Selesai sholat dhuha, gelisah membuat ku menetaskan sedikit air mata. Entah ada apa, kenapa, aku pun tidak tau. Rasanya ingin nangis, cukup deras (sampe basah mukenanya). Terlalu asik menangis tanpa sadar badan ku sudah dalam posisi sujud kembali, dan muncul rasa rindu entah ke siapa itu. Pukul 10.30 aku kembali duduk di meja, ku buka hp dan tak sengaja melihat kontak. Aneh. Sungguh ini aneh, kala itu aku reflek mengirim pesan singkat ke seseorang yg aku pun sudah lama sekali tidak berkomunikasi dengannya. Selesai dengan kata “hi” ku tutup kembali hp ku dan ku biarkan mati. 

Pukul 20.00 kurang lebih. Kala itu aku tengah beradu dengan para pengguna kereta (ya kalian pasti tau lah). Tepat saat aku berhasil masuk kedalam gerbong kereta hp ku berbunyi. Dia membalas. Kacau, perasaan ini makin tidak menentu. Sudah bukan ABG lagi aku kala itu tapi kenapa rasanya dag dig dug seperti saat pertama jatuh cinta? Ini aneh. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s