Demam

Pagi ini suhu tubuh ku diatas normal, 

Ya semalam aku terkena hipotermia. 

Kau tidak perlu tau apa itu hipotermia, karna aku tidak akan membahas itu. Abaikan. 

Semalaman aku gelisah, mencoba mengabaikan semua tentang mu, mencoba untuk berhenti memikirkan mu, mencoba untuk bersikap acuh kepada mu, aku tidak bisa. 

Semua yg ku lakukan malah membuat ku, demam. 

Lagi-lagi tubuh ini sakit. Mungkin, karna aku penyakitan jadi kau tidak menyukai ku. Iya kan? Sudah ku duga. 

Tak apa, aku terima. Terimakasih.
Diatas kasur, klender. 

Advertisements

Perpisahan

Jum’at,30 September 2016.

Aku mendapat pesan dari mu, pesan perpisahan yg membuat perasaan ku gundah tak menentu. 

Kenapa perpisahan kita hanya lewat pesan singkat? 

mungkin benar kata mereka,bahwa kau tidak mengistimewakan ku seperti aku mengistimewakan mu.

Aku yg terlalu berharap banyak, aku yg terlalu menginginkan mu lebih.

Kau ingat kepada ku saja,seharusnya aku sudah bersyukur,iya ini saatnya kita berpisah.

Sekarang aku merelakan mu,mendoakan yg terbaik untuk mu,dan mengikhlaskan jika nanti kau menemukan wanita yg kau sayangi seperti aku menyanyangi mu.

Kita mungkin tidak ditakdirkan bersama,setidaknya aku pernah ada dibagian hidup mu dan kau pernah ada di bagian hidup ku.

Terimakasih,

Salam sukses! 

Gojek, Buaran – Klender. 

Cotton Candy 

Apa makanan mu saat kau jatuh Cinta? 

Tentu semua terasa manis bukan? 

Seperti cotton candy…

Terimakasih atas rasa manis yg pernah kau berikan kepada ku secara cuma-cuma. Kala itu,aku beruntung apa yg aku inginkan terpenuhi dan yg memenuhi keinginan ku adalah kamu.

Coba ingat kembali memori itu,agar manis yg aku rasakan bisa kau rasakan juga.hehe aku bergurau.

JCC,  10 September 2016.

Kenangan (?)

Hari ini, hari yg kau tunggu.

Coba tebak kenangan apa yg sudah kita buat?  Ah aku bergurau.

Mana mungkin kita punya kenangan, bersama saja hampir tidak pernah.

Jika aku punya kenangan tentang kita, itu karna aku terlalu berharap padamu. 

Kenangan dimana pertama kali kau memperkenalkan diri dihadapan mereka, kenangan dimana pertama kali kau mengirim pesan line kepada ku, kenangan dimana pertama kali kau meminta ku untuk membangunkan mu kala itu, kenangan dimana pertama kali kita chatting sampe larut malam, kenangan pertama kali kau memboncengku pulang, kenangan pertama kali kau memotret ku, kenangan pertama kali kau menggandeng tangan ku, kenangan pertama kali kau merangkul ku, kenangan pertama kali kau meminta makanan ku,kenangan pertama kali…

Ah sudah terlalu banyak kenangan ku bersama mu, sampai aku sulit untuk menulisnya. Lagi-lagi aku bergurau.semua kenangan itu cuma aku yg punya, kau tidak. Iya, aku memang tidak pantas untuk dikenang oleh mu. Biar aku saja yg mengenang mu, okay? 

Dia

Seharusnya ini jadi hari yg istimewa untuk ku tapi mendengar kabar tentang mu seketika lebur keistimewaan itu. 

Iya dia benar, aku berlebihan. Sangat berlebihan. Entah. 

Dia hebat, bicara sedikit saja tentang ku dengan mu mampu membuat ku lebur seperti ini. Gundah. 

Tunggu, dia siapa?  Kenapa bisa seluruh pikiran ku di berdaya oleh nya. 

Mungkin buat dia, Cinta itu salah. Atau aku yang salah, atau kamu yang salah. Entah. 
Kursi panjang berkarat, Stasiun klender.